Inventarisir Masalah Kampanye di Era Pandemi, KPU Jatim Adakan Rakor Bersama KPU Kab/Kota

SURABAYA- Pasca acara FGD tentang konsep materi pendidikan pemilih di era pandemi covid-19, KPU Provinsi Jawa Timur Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih Parmas) melanjutkan acara Rapat Koordinasi (Rakor) tentang Daftar Inventaris Masalah (DIM) Kampanye bersama KPU Kabupaten/Kota.

Rakor yang dilaksanakan pada tanggal 27-28 Agustus 2020 dan bertempat di Aula Lantai 2 KPU Jawa Timur ini dalam rangka menyikapi rancangan PKPU tentang Perubahan PKPU No. 4/2017 tentang Kampanye dalam Pemilihan Serentak 2020 sekaligus diskusi tentang DIM Kampanye.

Kegiatan Rakor ini melibatkan semua 19 KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM bersama Kasubbag Hupmas dan Teknis, yang akan menyelenggarakan Pemilihan 2020. Ditambah 12 KPU Kabupaten/Kota yang tidak menyelenggarakan Pemilihan 2020.

Rakor kali ini selain membahas rancangan perubahan PKPU No 4/2017 juga diadakan diskusi kelompok untuk menyusun Metode Kampanye, DIM dan rekomendasi yang perlu dilakukan, terutama oleh KPU Kabupaten/Kota yang sedang Pemilihan di era pandemi covid-19.

Diskusi kelompok ini membahas terkait Alat Peraga Kampanye (APK), Bahan Kampanye (BK), Iklan, Penyiaran dan Pemberitaan Kampanye, Debat Publik, Pertemuan Terbatas dan Pertemuan Tatap Muka, Kampanye Bentuk Lain serta Kampanye Oleh Pejabat Negara, khususnya oleh Bupati/Wali Kota/Gubernur incumbent. Semua tema itu dikupas tuntas dalam Rakor kali ini untuk menemukan rekomendasi terbaik pelaksanaan masa kampanye bagi pasangan calon pada pemilihan Bupati-Wakil Bupati/Wali Kota-Wakil Wali Kota dan Gubernur-Wakil Gubernur di era pandemi covid-19.

Dari KPU Kabupaten Pamekasan ikut juga dalam kegiatan Rakor ini dan dihadiri langsung oleh ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kabupaten Pamekasan, Fathor Rachman. (FthoR)